Sajak Tak Tergores Pena

Bagai seonggok daging tak bernyawa

Raga tanpa jiwa

Senja tanpa semburat oranyenya

Dan aku tanpa kamu takkan pernah utuh seperti semestinya

 

Senandu rikuh tak bernada

Menggulung dalam angin antah berantah

Malam hening bukan suka cita

Aku membutuhkanmu dalam pelukku

 

Pelangi bukanlah tanda

Warnanya terkadang menipu mata

Apakah Sayangku bahagia?

Sebab tiap hembusan nafasku Engkau ada

 

Aku bukanlah penyair

Bukanlah pujanga

Bukan pula Snickers  favorit Adinda

Aku hanya orang biasa yang tak pandai menyampaikan rasa cinta

 

Berpeluh tanpa usaha

Bukan haus, bukan lapar

Gemuruhnya memang menggelora

Namun itu rindu, rinduku yang masih terbungkus pita merah jambu

pena kertas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s